Skripsi (Skrip-sweet atau Skrip-shit?)



Wahai, yang sedang menikmati Sabtu pagi dan siap menyambut Sabtu siang, sore dan malam. Aku turut berbahagia untuk siapapun yang berbahagia di dalamnya, dan turut berduka untuk siapapun yang ruang hatinya tergores luka.
Baiklah, kutekankan, itu bukan basa-basi, sungguh.
Aku tak tahu harus memulai dari mana, yang jelas detik ini aku sedang ditemani calon skripsiku yang baru saja melewati satu langkah pertama #seminarproposal di ruang dua gedung dua, 2 Februari lalu.
Kita sama-sama tahu, skripsi merupakan salah satu syarat untuk menempuh gelar sarjana setelah melewati sekurang-kurangnya 4 tahun kuliah. Skripsi menjadi simbol pernyataan bahwa seseorang mampu untuk menerima gelar sarjana tertentu, terlepas dari bagaimana pertanggungjawabannya.
Kukira setiap orang punya indera perasa berbeda dalam mencicipi hingga melahap skripsinya, ada yang merasa manis, ada pula yang merasa pahit, ada yang campuran. Lantas apa yang menjadikan rasa itu tercipta?
Apakah tergantung seseorang tersebut mendapatkan dosen pembimbing?  Jika mendapatkan dosbim yang killer dan sulit ditemui, maka skripsi semudah apapun akan terasa sangat sulit? (karena buat ngomong “YA” atau “TIDAK” aja susah minta ampun! Atau dosbim ingin membuktikan kesungguhan si mahasiswanya?)

Ataukah tergantung bagaimana mendapatkan judul? Ada seseorang yang mati-matian memperjuangkan judul usulannya penelitiannya demi mempertahankan idealismenya, namun dosbim meremehkan (atau tidak menyanggupi) karena metodenya yang terlalu mudah (atau terlalu mainstream). Ujung-ujungnya dosbim dengan senang hati memberikan judul dan mahasiswanya terpaksa menerima karena tidak ada pilihan lain?
Atau…..? (silakan isi sendiri bagaimana pengalamanmu memperjuangkan skripsi)
Dan, baik terasa manis atau pahit. Skripsi tetap punya cerita dalam serangkaian kehidupan mahasiswa. Ada wacana bahwa skripsi kelak bukan menjadi syarat mendapatkan gelar lagi? Ah, kupikir skripsi sudah sangat melekat dalam jiwa mahasiswa sejati.
Tetapi sangat disayangkan sekali jika mendapatkan skripsi dengan cara instan, dengan hanya membayar orang atau lembaga tertentu yang menawarkan pembuatan skripsi. Ya, itu pilihan. [ ]  

Srea
(Catatan ringan dalam sebuah perjalanan, dengan dosis yang pas, tanpa rindu, kopi dan sianida)

2 komentar: